Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Bagian Dua Puluh Tiga: Tentang Misi Sampingan Dalam Hidup

Gambar
Saat aku sedang senggang, tidak sengaja aku membaca sebuah utas dari @rinodjati tentang kehidupannya yang ia sebut membosankan karena hanya bekerja, makan, tidur dan pulang kerumah setiap harinya. Rino menyebutkan bahwa hidup manusia ini layaknya game RPG yang kerap ia mainkan, bahwa manusia memiliki main quest dan side quest masing-masing. Main quest yang dimaksud adalah sekolah, kuliah, bekerja, mencari pasangan, lalu menikah. Sedangkan side quest nya? Itulah kunci yang membuat hidup kita lebih berwarna. Jika hanya terus mengerjakan main quest kehidupan tanpa diselingi dengan kegiatan lainnya, hidup bisa menjadi ‘kekurangan cerita’ yang bisa disampaikan.  Dan setelah dipikir-pikir, aku sendiri mungkin bisa dibilang orang yang cukup disibukkan dengan beragam side quest sejak zaman aku sekolah. Banyak sekali hal yang sudah kucoba, mulai dari menulis cerita fiksi, belajar menyanyi, belajar bermain gitar sampai membentuk sebuah band untuk perpisahan sekolah, mulai mendaf...

Bagian Dua Puluh Dua: Teruntuk Cinta dan Patah Hatiku Yang Pertama

Gambar
               Malam ini, tepat pada tanggal 14 Mei dihari ulang tahunmu, aku memilih untuk menuliskan ini. Dengan berat hati, aku harus menulis surat ini untukmu, cinta dan patah hati pertama selama aku hidup. Berat untukku membuka semua hal yang berkecamuk di dalam hati. Selama ini semampu tenaga hanya kututup rapat semua luka yang kupikir tidak terlalu dalam, namun yang kulihat hanya sebatas permukaannya saja.         Menjelang dua puluh enam tahun hidupku, banyak sekali memori yang terukir antara kau dan aku. Kau yang sangat khawatir ketika diwaktu kecil aku yang terlalu aktif ini membenturkan kepalaku dengan sengaja ke meja kaca hingga pecah, atau ketika aku mengayuh sepeda pertamaku yang beroda empat, atau juga hari pertama aku masuk sekolah yang masih terekam jelas dalam kepalaku.         Seiring aku beranjak remaja, sosokmu mulai jarang kujumpa. Kau memilih untuk b...

Bagian Dua Puluh Satu: Perihal Rindu yang Enggan Kusampaikan

Gambar
Terhitung dua bulan sudah sejak terakhir kali aku melihatmu, masih orang yang sama dalam tulisanku bagian ke dua puluh lalu. Lebih enam puluh hari membiasakan diri tanpa kehadiranmu, apakah aku mulai terbiasa? Jawabannya tidak dan aku sangat membenci itu. Fakta bahwa aku harus melalui semuanya sendirian membuatku cukup tersiksa disini. Setiap sudut kota yang pernah kita lewati, tempat makan yang pernah kita singgahi, cafe tempat kita bertemu sepulangku kerja, dan berbagai tempat lainnya yang kusambari seorang diri sambil bergumam, "Harusnya bisa kesini sama dia," terus berlalu-lalang dipikiran. Apakah aku akan mengungkapkan semuanya padamu? Tentu tidak. Itulah sebabnya aku menuangkan semua kegundahanku dalam tulisan ini. Berharap kau tidak sebegitu peduli bahkan untuk meluangkan waktu membaca semua perasaanku yang tidak mungkin kusampaikan langsung padamu. Aku benci fakta bahwa aku begitu sayang padamu sementara kau terlihat tidak begitu peduli padaku. Aku tidak suka mengemis...

Bagian Dua Puluh: Perihal Hati yang Memilih Jatuh Lagi

Gambar
  Wah, udah setahun lebih gak update ini blog. Baru sadar kalau tahun 2025 kemarin benar-benar gak ada nulis sama sekali saking stagnannya hidup (gitu-gitu aja, minim inspirasi). Dan benar-benar gak nyadar juga di awal tahun ini darderdor sekali, alias gebrakannya tuh ada banget. Hahaha.             Jadi, setelah hubunganku yang terakhir sekitar empat tahun lalu, di tahun ini aku melepaskan predikat single era yang sudah nyaman sekali melekat denganku selama hampir empat tahun. Iya, aku benar-benar tidak ada sama sekali menjalani hubungan apapun dengan siapapun selama itu. Kalau kata orang sih, single by choice ya. Dan mungkin aku kelewat nyaman dengan status sendiriku itu.             Bukan berarti aku tidak menghargai siapapun yang menemaniku pada saat itu, hanya saja berfokus pada penyembuhan diri sendiri tidak terdengar terlalu buruk. Bukan juga tidak pernah mencoba...