Bagian Dua Puluh Dua: Teruntuk Cinta dan Patah Hatiku Yang Pertama
Malam ini, tepat pada tanggal 14 Mei dihari ulang tahunmu, aku memilih untuk menuliskan ini. Dengan berat hati, aku harus menulis surat ini untukmu, cinta dan patah hati pertama selama aku hidup. Berat untukku membuka semua hal yang berkecamuk di dalam hati. Selama ini semampu tenaga hanya kututup rapat semua luka yang kupikir tidak terlalu dalam, namun yang kulihat hanya sebatas permukaannya saja. Menjelang dua puluh enam tahun hidupku, banyak sekali memori yang terukir antara kau dan aku. Kau yang sangat khawatir ketika diwaktu kecil aku yang terlalu aktif ini membenturkan kepalaku dengan sengaja ke meja kaca hingga pecah, atau ketika aku mengayuh sepeda pertamaku yang beroda empat, atau juga hari pertama aku masuk sekolah yang masih terekam jelas dalam kepalaku. Seiring aku beranjak remaja, sosokmu mulai jarang kujumpa. Kau memilih untuk b...